Ternyata E H sekarang banyak A B C nya

hari kedua perkuliahan sudah dimulai, tepatnya 14 Maret 2017 hari ini saya masuk ke kelas 4E dan 4H. perkiraan awal saya, masuk ke kelas E dan H pasti ketemu dengan anak-anak yang secara IPK biasanya di bawah.

dan betapa terkejutnya saya ketika masuk kelas 4E, ternyata saya ketemu dengan mahasiswa yang awalnya kelas 2 A, seperti Yuli Karlinda, Deden, Menuk Salatri, Aji Pangestu, Feti yang notebene pintar-pintar dari kelas A, kemudian Riko Bintang Pamungkas, dll dair kelas 2 B dan C.

ketika masuk kelas 4 H juga ketemu dengan mahasiswa 2 A, B, C seperti Firsty, Dwi Kartika dll yang juga notabene anak-anak pintar.

akhirnya keterkejutan saya terjawab, karena untuk pembagian kelas sekarang berdasarkan NIM, bukan lagi berdasarkan peringkat kecerdasan atau IPK, sehingga kelaspun menjadi rata-rata, ada yang pintar, ada yang sedang dan ada yang di bawah rata=rata kecerdasannya.

keuntungan bagi saya adalah karena dengan adanya mahasiswa pintar di kelas tersebut, maka otomatis metoda dan cara pengajaran terhadap mereka mudah, tidak harus seperti semeter ganjil kemarin, yaitu setelah masuk kelas H adalah kelas dengan mahasiswa dengan IPK nasakom.

 

Leave a Reply