Rejeki Anak

Hari Minggu tanggal 6 Agustus 2017 kemarin, saya kedatangan teman lama dari Purbalingga, disela sela kesibukan saya membantu pelaksanaan kegiatan Pra Silawil di TPQ Alfalah Bobosan.

Teman saya tersebut datang ke rumah dengan tujuan utama silaturahmi dan mengambil sebuah proposal yang dipesannya untuk mencari investor untuk kegiatan dan kelancaran usahanya. Meski kedatangannya hanya sebentar, karena kurang lebih setengah jam, ada rasa salut luar biasa yang harus saya berikan kepada teman saya tersebut. Apakah itu?

Yaitu semangatnya yang luar biasa untuk memperjuangkan pendidikan anak-anaknya, khususnya pendidikan agamanya. Secara materi dan penghasilan, beliau adalah berpenghasilan pas-pasan, dan putra putrinya berjumlah 8 orang, kalau saya tidak salah.

Anak pertama, laki-laki sudah hafal 5 juz al qur’an dan sekarang sudah kerja di Perusahaan Sambas Purbalingga. Waktu SD ngaji di pesantren tahfid di Sumatra, SMP sekolah dan ngaji di Banjarnegara, tetapi karena keterbatasan biaya, akhirnya waktu SMK pulang ke rumah dan sekarang sudah kerja.

Anak ke dua adalah perempuan, tahun 2016 sudah masuk MAN Purbalingga, tetapi karena keterbatasan biaya akhirnya mengundurkan diri. Ada seorang pengusaha dari Bandung mengetahui hal tersebut, akhirnya putrinya tersebut di pesantrenkan di Bogor dan alhamdulillah Juni 2017 kemarin berhasil menyelesaikan hafalan Al Qur’an 30 Juz. Kemudian tinggal melanyahkan hafalannya ke Pesantren di Klaten, dan sekalian melanjutkan sekolahnya di salah satau MAN di Kota Klaten dan ketika sore tetap ngaji. Seluruh biaya pendidikan di sekolah dan di pesantren tersebut masih ditanggung oleh penguasaha dari Bandung tersebut.

Anak ketiga dan keempat juga masuk ke pesantren yang sama di Klaten dan juga sekolah di Klaten juga, dengan biaya dari Pengusaha di Bandung tersebut juga.

Menurut saya itulah rejeki anak, artinya rejeki yang diberikan Yang Maha Kaya kepada anak tersebut dengan perantaraan pengusaha di Bandung.  Dengan penghasilan yang pas-pasan secara hitungan matematis teman saya teresebut tidak akan mampu membiayai 7 orang anaknya untuk sekolah, ngaji dan lainnya. Tetapi karena kebesaran Alloh makan semua bisa terjadi.

 

Leave a Reply