4 Fakta Pertandingan Catur Dewa Kipas Dan Irene Kharisma, Kalah Three

Sebab rating 2.200 saja menurut Susanto sudah pantas disebut sebagai master nasional. Aksi Dewa Kipas di dunia olah raga catur menuai banyak kontroversi, termasuk menantang salah satu Women Grand Master Irene Kharisma Sukandar. Wesley memilih hijrah ke Amerika karena merasa tak mendapat dukungan memadai dari Filipina. “Memang ada struktur catur dasar di Filipina, tetapi hanya ada sedikit sistem pendukung untuk mengembangkan pemain bagus menjadi bintang international,” kata Wesley So. Wesley sempat luntang-lantung dan akhirnya tinggal sebuah apartemen di Manila milik federasi catur, yang sering kali tidak ada listrik.

Pertandingan yang dilaksanakan Senin (22/three/2021) sore di channel YouTube Deddy Corbuzier tersebut berakhir dengan kemenangan telak GM Irene. JAKARTA, iNews.id – Duel catur antara Grand Master Irene Kharisma Sukandar kontra Dadang Subur alias Dewa Kipas bikin Federasi Catur Dunia tercengang. Dadang juga mengaku, sejak mengenal catur, kerap bermain dengan orang dewasa untuk mengasah langkah dan strateginya dalam bermain catur.

“Bapak gw berpikir kalau Levy ini agak meremehkan lawannya karena ketemu lawan yang enggak punya gelar grasp, jadi dia mainnya agak lengah. Nah, bapak gw memanfaatkan semua blunder yang dilakukan Levy buat menyerang,” kata Ali Akbar melalui unggahan media sosialnya. Buntut dari kekalahan itu, GothamChess lantas melaporkan akun Dewa Kipas ke Chess.com dan berakhir dengan pembekuan Dewa Kipas di Chess.com. Dengan hasil tersebut, kepulangan tim dapat sesuai rencana, yaitu pada Minggu (21/3/2021), dengan menggunakan Turkish Airlines TK1972 dari London ke Istanbul. Rencananya, dua pecatur kondang itu bakal bertarung di studio milik Deddy Corbuzier, Senin (23/three/2021).

Dia sendiri butuh waktu sangat lama hingga 9 tahun untuk dapat menyandang gelar grandmaster catur wanita Indonesia. Sementara itu, grandmaster Irene Sukandar yang diundang ke podcast Deddy Corbuzier mengatakan, berdasarkan grafik data yang ditunjukkan Dewa Kipas dalam permainannya, ninety five persen permainannya dilakukan secara tidak fair. Namun andai saja permainan itu benar, katanya, seharusnya Dewa Kipas adalah juara catur dunia. Deddy Corbuzier mengundang pemilik akun Dewa Kipas hadir dalam podcast-nya.

Pertandingan catur on-line antara Dadang Subur alias Dewa Kipas dengan Irene Sukandar bermula dari kasus diblokirnya akun orang Indonesia dengan nama Dewa_Kipas di platform Chess.com. Dewa_Kipas merupakan akun milik mantan pecatur profesional Indonesia, Dadang Subur. BOLASPORT.COM -Dadang Subur alias Dewa Kipas akhirnya mengaku kalah dari Woman Grandmaster Irene Kharisma Sukandar dalam duel catur persahabatan. Mengetahui akun di Chess.com yang diblokir tersebut, Dadang Subur sempat merasa sedih karena harus menanggalkan sejumlah mimpi yang ia buat.

Upaya Vettel di menit-menit terakhir Q1 terhalang dua bendera kuning, menyusul insiden yang melibatkan mobil Haas Nikita Mazepin dan Ferrari Carlos Sainz. Sampai berita ini ditayangkan cuitan FIDE itu telah disukai lebih dari 3000 kali, di-retweet hingga 1600 kali, dan mendulang ratusan komentar. Tentu hasil tersebut membuktikan bahwa kemampuan Irene berada jauh di atas stage Dadang Subur. Hal itu pun diakui oleh Grand Master Susanto Megaranto, yang mengatakan kemampuan Dadang Subur saat ini belum cukup mampu untuk bisa mengalahkan Irene. Sisi buruknya, Rozman menyebut Dadang Subur yang mendapat Rp one hundred juta atau hampir senilai 7.000 dolar Amerika Serikat itu mendapat pujian berani dan tidak mau mengakui kebenaran. Rozman menyebut ada sisi bagus dan sisi buruk dalam pertandingan yang digelar di studio podcast milik Deddy Corbuzier ini.

Bahkan namanya di Indonesia selama ini tidak terdengar sebagai seorang atlet catur. Setelah melalui beberapa hal, pertandingan catur antara Dewa Kipas dan Irene Kharisma akhirnya digelar. Adapun hasil dari pertarungan itu menunjukkan bahwa Dewa Kipas kalah 3-0 dari Irene. Di mana, dalam tiga ronde pertandingan dengan masing-masing waktu 10 menit, Dewa Kipas kalah tiga kali berturut-turut. Indra Kenz mengatakan bahwa yang menang mendapat Rp200 juta dan yang kalah mendapat Rp100 juta.

Irene tidak ada lengahnya, sudah untuk mendapatkan celah,” kata Dadang seusai duel tersebut, Senin (22/3) sore WIB. Dadang menyebut, sempat menemui kesulitan saat bertanding catur dengan rentang waktu selama 10 menit. Kendati begitu, Dadang menerima kekalahan ini dan mengakui keunggulan level permainan online permainan Irene.